11 Perguruan Tinggi Terbaik di Yogyakarta

Yogyakarta dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk belajar. Alasan terkuatnya, di kota ini terdapat banyak Perguruan Tinggi yang memiliki kualitas top.

Beberapa di antaranya bahkan mengisi jajaran teratas Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia.

Pertanyaannya, manakah PT yang layak menyandang gelar sebagai yang terbaik di Indonesia? Berikut ranking berdasarkan peringkat yang disusun oleh Webometrics per September 2015.


11. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Ranking Indonesia: 75, Dunia: 6163)

Universitas ini telah menuai banyak prestasi, salah satu yang paling gemilang adalah ketika tim paduan suara mereka berhasil menjadi juara pertama Gold Level II untuk kategori Mixed Choir dan juara kedua Gold Level III untuk kategori Folklore dalam ajang “2nd Vietnam International Choir Competition 2012”. Tak hanya itu,Atma Jaya juga telah memiliki kelas berstandar internasional.


10. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (Ranking Indonesia: 74, Dunia: 6128)

Sejak diresmikan menjadi universitas negeri di tahun 2014, reputasi UPN Veteran Yogya makin meningkat. Universitas yang dikenal favorit untuk Prodi Pertambangan dan Perminyakan ini berhasil naik empat peringkat setelah awal tahun lalu hanya berada di posisi ke-14 universitas terbaik di Yogyakarta. Peringkatnya di level dunia pun naik drastis, dari angka 7600-an ke angka 6128.


9. Universitas Kristen Duta Wacana (Ranking Indonesia: 72, Dunia: 5949)

Universitas Kristen Duta Wacana juga berhasil mengalami kenaikan satu posisi dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, diberitakan bahwa Fakultas Kedokteran di UKDW juga meningkat drastis peminatnya. Selain menyediakan beasiswa, menurut kabar yang beredar, UKDW juga sedang serius mempersiapkan program pertukaran pelajar internasional untuk mahasiswanya.


8. Institut Sains & Teknologi Akprind (Ranking Indonesia: 58, Dunia: 4768)

Memiliki spesialisasi di bidang Sains dan Teknologi, Akprind juga berhasil menuai berbagai prestasi membanggakan sehingga layak disebut sebagai salah satu Perguruan Tinggi terbaik di Yogyakarta. Salah satu prestasi paling menonjol yang berhasil diraih PT ini adalah meraih runner up pada kontes mobil hemat energi bertajuk Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) yang dilaksanakan 16-18 Oktober 2014 yang lalu di sirkuit Kenjeran Surabaya.


7. Universitas Islam Negeri SunanKalijaga Yogyakarta (Ranking Indonesia: 55, Dunia: 4678)


Berbicara soal universitas Islam di Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga memiliki nama yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Universitas ini memiliki sejarah panjang di dunia pendidikan Yogyakarta dan telah melahirkan banyak sarjana yang memiliki kontribusi besar di Indonesia. Di tahun 2015 ini, peringkat UIN di Yogyakarta membaik satu peringkat setelah tahun sebelumnya hanya menduduki posisi ke-8 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.


6. STMIK Amikom (Ranking Indonesia: 44, Dunia: 4016)

Nama Amikom tahun ini benar-benar melejit. Setelah berhasil merilis sebuah masterpiece, yaitu film Animasi berjudulBattle of Surabaya, Amikom makin mantap menempatkan dirinya sebagai salah satu perguruan tinggi elit di Yogyakarta. Walaupun mengalami penurunan peringkat dibandingkan tahun lalu, dengan berbagai prestasi positif yang diraih mahasiswanya, AMIKOM mempunyai prospek cerah untuk menjadi ujung tombak sekolah teknologi di Indonesia.


5. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Ranking Indonesia: 30, Dunia: 3038)

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juga tak kalah top. Soal prestasi, UMY telah melahirkan banyak mahasiswa yang telah mengharumkan nama almamater. Salah satunya adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Sunshine Voice UMY yang berhasil meraih penghargaan di tingkat internasional. Penghargaan yang diraihnya tersebutberupa medali emas dan medali perak dalam laga Festival Paduan Suara Internasional 8th Grand Pix Pattaya di Thailand, pada 21 hingga 25 Juli yang lalu. Prestasi lain adalah keberhasilan mahasiswa UMY menciptakan Laundry Ramah Lingkungan, “ECOLY” Ecotrash Laundry.


4. Universitas Ahmad Dahlan (Ranking Indonesia: 27 Dunia: 2933)

Universitas Ahmad Dahlan bisa disebut sebagai universitas di Yogyakarta yang mengalami kenaikan peringkat paling signifikan. Universitsa ini berhasil naik dari peringkat ke-6 keperingkat 4, menyalip AMIKOM dan UMY. Wajar, banyak prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Universitas ini di tahun 2015. Di antaranya adalah keberhasilan Tim Robot UAD pada Kontes Robot Indonesia Regional III DIY-Jateng. Tak hanya itu, berbagai prodi dalam universitas ini juga sukses meraih akreditasi A. Salut!


3. Universitas Islam Indonesia (Ranking Indonesia: 25, Dunia: 2966)

Menempati peringkat ke-3, hal ini juga menjadikan UII secara resmi menyandang gelar sebagai Universitas Swasta Terbaik di Yogyakarta. Ya, nama UII memang tidak bisa lepas dari dunia akademik Indonesia, khususnya Yogyakarta. Tak hanya soal fasilitas, berbagai elemen akademis di UII juga sudah digarap sedemikian rupa sehingga tak kalah dengan universitas-universitas negeri top di Indonesia.


2. Universitas Negeri Yogyakarta (Ranking Indonesia: 20, Dunia: 2815)

Berbicara soal Universitas favorit di Yogyakarta, tampaknya gelar ini tak bisa lepas dari UNY. Ya, jika berbicara mengenai jurusan pendidikan, orang pasti akan merujuk ke UNY. Sekolah pencetak pendidik bangsa ini sudah punya reputasi mapan di dunia akademik Indonesia. Tentu, hal ini ditunjang dengan perbaikan terus-menerus serta prestasi gemilang yang ditorehkan oleh mahasiswanya.


1. Universitas Gadjah Mada (Ranking di Indonesia: 1, Ranking dunia: 781)

UGM memang luar biasa! Tidak hanya meraih gelar nomor 1 di Yogyakarta, namun juga di Indonesia. Ya, berdasarkan peringkat Webometrics, UGM berhasil mengungguli ITB dan UI di tahun 2015. Tampaknya, gelar Universitas Terbaik di Yogyakarta masih akan melekat pada nama UGM untuk waktu yang lama. Tinggal satu PR besar yang harus dibuktikan oleh keluarga besar UGM: Menjadi universitas yang punya nama di dunia Internasional!


Orang Barat Terkejut Dengan Cara Islam Menyembelih Sapi



Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut. Simak penelitian ini.

1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari'atnya membuktikan penelitian ilmu modern.

2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpaproses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?

3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur(dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). 
Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketikadisembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup,maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.

5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni:saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

7. Selama penelitian, EEG dan ECG padaseluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otakdan jantung sejak sebelum pemingsanan(atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!

8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb:

Penyembelihan Menurut Syariat Islam
Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:

Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otakkecil merekam adanya penurunan grafiksecara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saattersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.

Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level(angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feelingof pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).

Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.


Penyembelihan Cara Barat

Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yangkeluar hanya sedikit, tidak sebanyak biladisembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).

Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).

Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang dropke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dariseluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.

Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membekudi dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.


Bukan Ekspresi Rasa Sakit!Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit!

Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!

Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit.
 
Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitupada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.


Subhanallah… 

Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini.
Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih.

Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan yang tersimpan di dalamnya.

Tutorial mudah cara menghilangkan karat pada knalpot



     Knalpot adalah salah satu bagian motor yang paling mudah berkarat. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari jarang dibersihkan hingga korosi alami yang memang kerap terjadi pada beberapa merek motor.
Tentu Anda akan merasa risih melihat seluruh bagian motor sudah kinclong namun di bagian knalpot (khususnya bagian leher knalpot) berwarna coklat akibat karat. Bagaimana cara mengatasi knalpot berkarat?
Kali ini merdeka.com akan berbagi tips jitu untuk mengatasi itu. Anda harus menyediakan bahan-bahan berikut ini:

-oli bekas
-kuas
-pisau tumpul
-amplas kasar
-cairan pembersih kloset

Setelah siap, lakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Nyalakan motor dan panaskan mesin selama kurang lebih 10-15 menit.

2. Dalam kondisi mesin menyala dan knalpot panas, oleskan oli bekas secara merata ke bagian leher knalpot dengan kuas.

3. Diamkan dan tunggu oli menguap, lalu lakukan hal yang sama hingga 3 sampai 4 kali olesan.

4. Setelah beberapa kali olesan, matikan mesin dan mulai sayat bagian yang berkarat dengan menggunakan pisau tumpul.

5. Saat karat sudah mulai mengelupas, oleskan cairan pembersih kloset.

6. Diamkan selama 30 menit agar cairan tersebut mengikat karat.

7. Selanjutnya basuh dengan air hingga bersih.

8. Terakhir, gosok dengan amplas secara menyeluruh dan lihat hasilnya.

Itulah cara menghilangkan karat pada knalpot. Semoga bermanfaat!