Sesuap Lele Mengandung 3.000 Sel Kanker,Hoax atau Fakta?

Di jejaring sosial, banyak beredar informasi yang menyebut lele sebagai ikan paling jorok. Dalam sesuap daging ikan lele, terkandung 3.000 sel kanker. Benarkah?

Julukan sebagai ikan paling jorok merujuk pada sifat lele yang doyan mengonsumsi segala jenis limbah di perairan. Bahkan sebuah artikel yang cukup viral di internet menyebutkan kotoran manusia juga dijadikan pakan pada sebuah budidaya lele di Kota Haikou, China. Sementara itu di habitat aslinya, lele atau catfish juga dikenal sebagai spesies ikan yang sangat tangguh.

Ikan ini dilengkapi alat pernapasan tambahan berupa labirin, sehingga mampu bertahan hidup dalam kondisi perairan berlumpur atau bahkan tercemar. Agaknya, fakta inilah yang memunculkan dugaan soal akumulasi racun karsinogen (penyebab kanker) di tubuh ikan lele.

Untungnya, ikan lele yang beredar di pasaran bukan berasal dari alam liar. Lele banyak dibudidayakan di kolam-kolam, yang mestinya bisa dikendalikan agar bebas dari pencemaran. Pakan yang diberikan juga bisa dipilih, tidak harus mengandalkan limbah.

Yang pasti, popularitas ikan bersungut ini tidak pernah pudar, bahkan terus meningkat. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut produksi lele pada 2013 mencapai 543,461 ton, meningkat dari 441,217 ton pada 2012 dan 337,577 ton pada 2011.

Konsumsi ikan lele menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat 29,98kg/kapita/tahun, naik dari 22,58 kg/kapita/tahun pada 2004. Di Jakarta, tak kurang dari 6.000 lapak pecel lele telah terdaftar di Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI). Soal kandungan nutrisi, tak bisa dipungkiri bahwa lele adalah sumber protein berharga yang murah meriah. Fakta bahwa ikan lele juga rendah kolesterol sepertinya bakal menenggelamkan tudingan bahwa lele bisa memicu kanker.

"Saat ini belum ada penelitian yang menyatakan jika memakan lele dapat memicu kanker," tegas dr Dradjat R Suardi, SpB(K)Onk, ahli kanker dari Perhimpunan Onkologi Indonesia.

Sumber : www.detik.com

Mengapa Minum Kopi di Pagi Hari Bikin Perut Mulas?

SETELAH menyeruput kopi di pagi hari, perut langsung mulas! Pernahkah Anda mengalami hal itu?

Jika pernah, ternyata ada penjelasan medis mengapa ngopi di pagi hari menyebabkan hal tersebut. Berikut ulasannya!

Dikatakan Satish Rao, M.D., Ph.D., kopi pada dasarnya dapat meningkatkan kontraksi di usus Anda. “Artinya, kopi akan memicu tinja berjalan lebih cepat menuju rektum” ujar ahli kesehatan di Georgia Regents University ini.

Kesimpulan tersebut diperoleh setelah Rao dan timnya meneliti 12 orang sekitar dua dekade lalu. Dalam penelitiannya, partisipan diminta untuk mengkonsumsi minuman berkafein selama kurang-lebih 10 jam.

Terkait perut mulas usai menenggak kopi, beberapa ilmuwan juga punya teori lain. Dilansir Menshealth, kopi diklaim dapat memicu pelepasan gastrin yang pada akhirnya menyebabkan sekresi asam di dalam perut. Dan bila itu terjadi, tinja pun akan keluar lebih cepat.

Untuk mencegah mulas saat beraktivitas, Rao menyarankan agar Anda mengonsumsi kopi setidaknya dua jam setelah bangun pagi. “Perlu Anda tahu, hal tersebut akan memberikan waktu bagi usus untuk menenangkan diri” pungkasnya.

Sumber : m.okezone.com/

11 Perguruan Tinggi Terbaik di Yogyakarta

Yogyakarta dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk belajar. Alasan terkuatnya, di kota ini terdapat banyak Perguruan Tinggi yang memiliki kualitas top.

Beberapa di antaranya bahkan mengisi jajaran teratas Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia.

Pertanyaannya, manakah PT yang layak menyandang gelar sebagai yang terbaik di Indonesia? Berikut ranking berdasarkan peringkat yang disusun oleh Webometrics per September 2015.


11. Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Ranking Indonesia: 75, Dunia: 6163)

Universitas ini telah menuai banyak prestasi, salah satu yang paling gemilang adalah ketika tim paduan suara mereka berhasil menjadi juara pertama Gold Level II untuk kategori Mixed Choir dan juara kedua Gold Level III untuk kategori Folklore dalam ajang “2nd Vietnam International Choir Competition 2012”. Tak hanya itu,Atma Jaya juga telah memiliki kelas berstandar internasional.


10. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (Ranking Indonesia: 74, Dunia: 6128)

Sejak diresmikan menjadi universitas negeri di tahun 2014, reputasi UPN Veteran Yogya makin meningkat. Universitas yang dikenal favorit untuk Prodi Pertambangan dan Perminyakan ini berhasil naik empat peringkat setelah awal tahun lalu hanya berada di posisi ke-14 universitas terbaik di Yogyakarta. Peringkatnya di level dunia pun naik drastis, dari angka 7600-an ke angka 6128.


9. Universitas Kristen Duta Wacana (Ranking Indonesia: 72, Dunia: 5949)

Universitas Kristen Duta Wacana juga berhasil mengalami kenaikan satu posisi dibandingkan tahun lalu. Tahun ini, diberitakan bahwa Fakultas Kedokteran di UKDW juga meningkat drastis peminatnya. Selain menyediakan beasiswa, menurut kabar yang beredar, UKDW juga sedang serius mempersiapkan program pertukaran pelajar internasional untuk mahasiswanya.


8. Institut Sains & Teknologi Akprind (Ranking Indonesia: 58, Dunia: 4768)

Memiliki spesialisasi di bidang Sains dan Teknologi, Akprind juga berhasil menuai berbagai prestasi membanggakan sehingga layak disebut sebagai salah satu Perguruan Tinggi terbaik di Yogyakarta. Salah satu prestasi paling menonjol yang berhasil diraih PT ini adalah meraih runner up pada kontes mobil hemat energi bertajuk Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) yang dilaksanakan 16-18 Oktober 2014 yang lalu di sirkuit Kenjeran Surabaya.


7. Universitas Islam Negeri SunanKalijaga Yogyakarta (Ranking Indonesia: 55, Dunia: 4678)


Berbicara soal universitas Islam di Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga memiliki nama yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Universitas ini memiliki sejarah panjang di dunia pendidikan Yogyakarta dan telah melahirkan banyak sarjana yang memiliki kontribusi besar di Indonesia. Di tahun 2015 ini, peringkat UIN di Yogyakarta membaik satu peringkat setelah tahun sebelumnya hanya menduduki posisi ke-8 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.


6. STMIK Amikom (Ranking Indonesia: 44, Dunia: 4016)

Nama Amikom tahun ini benar-benar melejit. Setelah berhasil merilis sebuah masterpiece, yaitu film Animasi berjudulBattle of Surabaya, Amikom makin mantap menempatkan dirinya sebagai salah satu perguruan tinggi elit di Yogyakarta. Walaupun mengalami penurunan peringkat dibandingkan tahun lalu, dengan berbagai prestasi positif yang diraih mahasiswanya, AMIKOM mempunyai prospek cerah untuk menjadi ujung tombak sekolah teknologi di Indonesia.


5. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Ranking Indonesia: 30, Dunia: 3038)

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta juga tak kalah top. Soal prestasi, UMY telah melahirkan banyak mahasiswa yang telah mengharumkan nama almamater. Salah satunya adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Sunshine Voice UMY yang berhasil meraih penghargaan di tingkat internasional. Penghargaan yang diraihnya tersebutberupa medali emas dan medali perak dalam laga Festival Paduan Suara Internasional 8th Grand Pix Pattaya di Thailand, pada 21 hingga 25 Juli yang lalu. Prestasi lain adalah keberhasilan mahasiswa UMY menciptakan Laundry Ramah Lingkungan, “ECOLY” Ecotrash Laundry.


4. Universitas Ahmad Dahlan (Ranking Indonesia: 27 Dunia: 2933)

Universitas Ahmad Dahlan bisa disebut sebagai universitas di Yogyakarta yang mengalami kenaikan peringkat paling signifikan. Universitsa ini berhasil naik dari peringkat ke-6 keperingkat 4, menyalip AMIKOM dan UMY. Wajar, banyak prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Universitas ini di tahun 2015. Di antaranya adalah keberhasilan Tim Robot UAD pada Kontes Robot Indonesia Regional III DIY-Jateng. Tak hanya itu, berbagai prodi dalam universitas ini juga sukses meraih akreditasi A. Salut!


3. Universitas Islam Indonesia (Ranking Indonesia: 25, Dunia: 2966)

Menempati peringkat ke-3, hal ini juga menjadikan UII secara resmi menyandang gelar sebagai Universitas Swasta Terbaik di Yogyakarta. Ya, nama UII memang tidak bisa lepas dari dunia akademik Indonesia, khususnya Yogyakarta. Tak hanya soal fasilitas, berbagai elemen akademis di UII juga sudah digarap sedemikian rupa sehingga tak kalah dengan universitas-universitas negeri top di Indonesia.


2. Universitas Negeri Yogyakarta (Ranking Indonesia: 20, Dunia: 2815)

Berbicara soal Universitas favorit di Yogyakarta, tampaknya gelar ini tak bisa lepas dari UNY. Ya, jika berbicara mengenai jurusan pendidikan, orang pasti akan merujuk ke UNY. Sekolah pencetak pendidik bangsa ini sudah punya reputasi mapan di dunia akademik Indonesia. Tentu, hal ini ditunjang dengan perbaikan terus-menerus serta prestasi gemilang yang ditorehkan oleh mahasiswanya.


1. Universitas Gadjah Mada (Ranking di Indonesia: 1, Ranking dunia: 781)

UGM memang luar biasa! Tidak hanya meraih gelar nomor 1 di Yogyakarta, namun juga di Indonesia. Ya, berdasarkan peringkat Webometrics, UGM berhasil mengungguli ITB dan UI di tahun 2015. Tampaknya, gelar Universitas Terbaik di Yogyakarta masih akan melekat pada nama UGM untuk waktu yang lama. Tinggal satu PR besar yang harus dibuktikan oleh keluarga besar UGM: Menjadi universitas yang punya nama di dunia Internasional!