Mengapa Kalimantan disebut juga sebagai Borneo?

Kalimantan adalah pulau nomor tiga terbesar di dunia. Pulau ini terkenal dengan hutan tropisnya yang sangat luas dan tebal. Hampir seluruh orang Indonesia pasti mengenal tentang pulau ini, hanya saja untuk masyarakat Internasional pulau ini kadang juga dikenal sebagai Borneo. Lalu dari manakah asal nama Kalimantan dan Borneo ini?

Dilansir dari Havoc Weird, nama Borneo disebut berasal dari nama Brunei. Menurut sebuah catatan dari seorang utusan kerajaan tiongkok, pada abad ke-8 hingga ke-9, Kalimantan dikenal sebagai Po-Po-Li, Po-Ni atau Bun-Lai. Jelas sekali terdapat kemiripan nama Bun-Lai dan Brunei sehingga kemungkinan memang nama ini sudah digunakan sejak masa itu.

Tetapi terdapat pendapat lain yang menyatakan bahwa nama Borneo berasal dari nama salah satu pohon yang banyak tumbuh di wilayah tersebut pada abad ke-15. Pohon ini bernama Borneol atau pada nama latinnya dikenal sebagai pohon Dryobalanops camphora. Pemberian nama Borneo ini berasal dari bangsa Eropa yang ketika itu banyak menemukan pohon tersebut di wilayah Kalimantan.

Nama Kalimantan yang biasa digunakan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia disebut berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Kalamanthana. Kata-kata ini memiliki arti sebagai pulau yang memiliki hawa panas. Nama Kalimantan ini secara resmi digunakan oleh negara untuk memberi nama ke pulau ini karena akar katanya yang tidak berasal dari penjajah Eropa.

Sumber : m.merdeka.com

Rutin Minum Kopi Turunkan Risiko Kematian Dini

Orang yang minum kopi dalam jumlah cukup secara teratur, memiliki kemungkinan kecil meninggal akibat berbagai penyakit,dari diabetes hingga penyakit jantung.

Apakah anda termasuk orang yang merasa hari anda tak lengkap tanpa minum kopi? Jika ya, hasil penelitian para ilmuwan ini mungkin akan menjadi kabar baik bagi Anda.Para peneliti telah menemukan lebih banyak bukti bahwa kopi  baik untuk tubuh kita.

Orang yang minum kopi dalam jumlah cukup secara teratur, memiliki kemungkinan kecil meninggal akibat berbagai penyakit, dari diabetes hingga penyakit jantung.Tim kesehatan masyarakat di Harvard University menemukan bahwa mengonsumsi sekitar lima cangkir sehari—bahkan kopitanpa kafein, dapat membantu mengurangi resiko itu.
Meski begitu, tetap saja peminum berat kopi tidak bisa mengimbangi kerusakan yang disebabkan oleh merokok, tulis ilmuwan dalam jurnal Circulation."Pesan utamanya adalah bahwa mengonsumsi sekitar tiga sampai lima cangkir kopi sehari secara rutin, menurunkan resiko kematian yang diakibatkan oleh beberapa penyebab seperti diabetes, penyakit jantung dan bunuh diri,"

FrankHu, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi yang membantu memimpin penelitian itu, mengatakan kepadaNBC News."Dalam studi sebelumnya kopi yang dimaksud adalah kopi berkafein. Namun, dalam penelitian kami, baik kopi berkafein dan tanpa kafein menunjukkan resiko kematian yang lebih rendah," ujar Hu.
Hu dan rekan-rekannya mengamati dua sumber informasi raksasa: survei yang dilakukan oleh lebih dari 200.000 dokter dan perawat yang telah diperbarui secara berkala dan rincian tentang kesehatan mereka selama lebih dari 20 tahun.

Secara keseluruhan, peminum kopi memiliki kemungkinan meninggal lebih rendah selama satu dekade dibandingkan non-peminum. Efeknya lebih kuat dan lebih jelas ketika tim tidak menyertakan para perokok.
Non-perokok yang minum kopi memiliki kemungkinan meninggal 8-15 persen lebih kecil, tergantung pada berapa banyak mereka minum.“Bukti kuat ini menjadi berita bagus bagi orang-orang yang minum kopi. Minum kopi memang baik untuk kesehatan," kata Hu.

Ada 5 Perbedaan Kopi dan Teh yang Perlu diketahui, simak artikelnya

Kedua jenis minuman ini telah lama menjadi minuman populer di kalangan masyarakat sejak zaman dulu.

Kopi dan Teh (Thinkstock)Teh dan kopi menjadi minuman yang populer di kalangan masyarakat sejak zaman dulu. Kedua minuman ini memang memiliki pengemarnya masing dan keduanya dapat membantu merejamakan tubuh kita.

Ada lima perbedaan antara teh dan kopi yang berperan terhadap identitasnya masing-masing.

1. Tingkat kafein
Kopi memiliki jumlah kafein yang lebih besar dibandingkan teh. Kandungan kafein dalam secangkir teh adalah sekitar 55 mg, sedangkan dalam secangkir kopi adalah sekitar 125 mg. Kandungan kafein di dalam teh dapat meningkatkan konsentrasi, dan kafein dalam kopi justru membangkitkan perasaan cemas.

2. Pencegah kanker
Studi menunjukkan bahwa teh mengandung jumlah kuersetin yang sesuai untuk membantu melawan kanker serta penyakit kardiovaskular lainnya. Di dalam kopi, sepertinya kandungan ini tidak ditemukan. Studi lain juga menunjukkanbahwa tingkat penyakit kanker di Negara-negara Asia lebih rendah daripada Amerika, salah satu faktornya dikarenakan asupan teh yang lebih tinggi.

3. Mencegah nyeri
Di dalam teh juga mengandung beberapa bahan yang dapat membantu menghilangkan gangguan inflamasi dan radang sendi. Dengan ini juga kemudian akan mengurangi pembekuan darah. Di sisi lain, kopi dapat membantu penyakit asma danpenyakit Parkinson.

4. Efek antioksidan
Teh dan kopi memiliki antioksidan yang dapat membantu tubuh. Antioksidan yang dimiliki teh dapat melindungi tubuh dari stres akibat radikal bebas dan mengurangi kadarkolestrol di dalam tubuh. Sedangkan pada kopi, antioksidandapat mengatur kadar gula darah serta mencegah batu empedu.

5. Tempat asal
Perbedaaan antara teh dan kopi yang terakhir ini dapat dibilang unik, namun tidak bisa disepelekan. Teh berasal dan diproduksi di Cina serta Indi, sedangkan kopi diproduksi di Ethiopia dan bagian lain di benua Afrika.

Sumber : nationalgeographic.co.id/