Secangkir Air Garam, Hilang Semua Racun di Tubuh

Menjadi sehat tidaklah harus selalu berurusan dengan dokter. Bahan dapur seperti garam bisa membawa kondisi tubuh Anda mencapai kebugaran maksimal tanpa harus mengonsumsi obat-batan. Hal ini terbukti secara ilmiah.

Seperti dilansir feelhealthylife.com, satu cangkir campuran air putih hangat dengan garam dapat mendetoksifikasi dan memulihkan setiap sel tubuh manusia. Perlu diingat, dosis garam tidak boleh berlebihan. Tingkat keasinan dari garam yang cukup sudah mampu membawa tubuh Anda menjadi bugar.

Cairan ini nantinya akan mengatur kadar gula, metabolisme, memperkuat tulang, hingga menjaga sistem kekebalan tubuh. Itu sebabnya dengan mengonsumi campuran air dengan garam selama satu minggu setiap pagi, akan memberi efek positif bagi tubuh Anda. Berikut khasiat yang bisa Anda rasakan.

Pencernaan
Air garam menjanjikan solusi permanen untuk saluran pencernaan Anda. Dengan memberikan enzim yang cukup, pencernaan Anda tidak akan pernah menemui kendala.

Insomnia
Sistem saraf Anda akan dengan cepat ditenangkan oleh kandungan mineral dari garam.

Detoksifikasi
Cairan ini sangat anti-bakteri. Hanya dalam waktu seminggu mengonsumsi ramuan ini, bakteri dan racun dalam tubuh secara perlahan akan minggat.

Kesehatan tulang
Osteoporosis dan masalah tulang lainnya dapat diobati dengan air garam laut.

Menyehatkan kulit
Hanya dengan segelas air garam dapat membantu Anda memiliki warna kulit bersinar dan sehat. Semua manfaat di atas adalah hasil dari kandungan mineral pada air garam. Cairan tersebut adalah dasar nutrisi yang sehat, sehingga dianjurkan untuk minum minuman ini secara rutin.

Sumber : http://m.feed.id/

5 Langkah Jadi Penikmat Kopi Cerdas

Bagi penikmat kopi, menyeruput kopi setiap hari adalah ritual wajib untuk memompa semangat dan konsentrasi. Tetapi, bisa jadi cara Anda mengonsumsi kopi salah.

5 Langkah Jadi Penikmat Kopi Cerdas
Penelitian telah mengungkapkan berapa asupan maksimal kopi untuk mendapatkan manfaat terbaiknya. Simak langkah berikut agar Anda bisa jadi penikmat kopi yang cerdas.

1. Jangan ngopi sebelum jam 10 pagi
Sebagai manusia kita sangat dipengaruhi oleh siklus hormonal 24 jam yang disebut jam sirkadian, yang termasuk mengontrol pengeluaran hormon kortisol. Hormon ini membuat kita lebih awas dan terjaga.
Kadar kortisol mencapai puncaknya tiga kali dalam sehari, yakni antara jam 8-9 pagi, jam 12-13, dan jam 17-18. Waktu terbaik minum kopi adalah saathormon kortisol kita secara alami turun, yakni setelah jam 10 pagi.

2. Ketahui jumlah kafein yang diasup
Sekitar 400 mg kafein (setara dua cangkir kopi) sehari dianggap sebagai takaran paling aman bagi mayoritas orang dewasa. Lebih dari jumlah itu bisa memicu tremor, sakit perut, jantung berdebar, dan insomnia.

3. Agar efektif mengusir kantuk
Sering kesulitan menahan kantuk di siang hari? Cobalah minum secangkir kopi lalu tidur siang sebentar. Kafein butuh waktu 20-30 menit sebelum memberikan efek, jadi jika Anda tidur sekitar 20 menit maka setelah bangun Anda akan merasa lebih segar.
Penelitian menunjukkan, kombinasi antara kopi dan tidur siang jauh lebih efektif dibandingkan melakukan salah satunya saja.

4. Jangan halangi manfaat sehatnya
Kopi memang memiliki banyak manfaat kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan peminum kopi memiliki risiko lebih rendah mengalami kematian dini akibat penyakit jantung, stroke, diabetes, atau penyakit saraf.Tetapi, manfaat tersebut tak akan kita dapatkan jika cara meminum kopi kita salah. Kopi seringkali ditambahkan dengan susu, gula, dan krim. Padahal, ketiga pemanis itu hanya menambahkan lemak dan kalori.

Jika kopi hitam saja bukan favorit Anda, coba gunakan susu nabati seperti susu kedelai atau almond. Sebagai pemanis, gunakan kayu manis atau bubuk kacang.

5. Pendongkrak produktivitas
Kafein adalah stimulan. Suntikan energi yang Anda terima dari secangkir kopi hangat akan meningkatkan produktivitas kerja. Sayangnya, kopi tidak membuatkita lebih kreatif. Kabar baiknya, bekerja di kedai kopi yang nyaman bisa meningkatkan kreativitas.

Sumber : nationalgeographic.co.id

Telapak Tangan & Kaki Berkeringat Tanda Penyakit Jantung, Mitos atau Fakta?

Berkeringat, siapa sih yang nggak pernah mengalaminya. Berkeringat adalah mekanisme tubuh normal untuk mendinginkan diri yang biasanyadialami pada area tertentu saja seperti tangan, kaki, ketiak dan terkadang wajah.

Tapi kalau hanya telapak tangan yang sering berkeringat menjadi keluhan yang membuat siapa saja yang mengalaminya menjadi penasaran. Sebenarnya apa sih yang terjadi pada tubuh?

Bahkan ada anggapan yang terlanjur mendarah daging di masyarakat dan menjadi semacam teori yang dipercaya banyak orang, kalau telapak tangan berkeringat adalah tanda dari penyakit jantung. Lalu apakah hal ini benar atau hanya sekadar mitos ya?
Seperti dikutip brilio.netdari laman Intisari Online, Jumat (1/5), secara medis disebutkan ada dua jenis kelainan yang menyebabkan produksi keringat menjadi berlebih pada tubuh. Pertama pada telapak tangan (palmar hyperhidrosis) dan kedua pada telapak kaki (plantar hyperhidrosis). Hal ini disebabkan karena tubuh seseorang memiliki kelebihan hormon tiroid dalam darah (hipertiroid).

Selain disebabkan oleh hipertiroid, telapak tangan dan kaki yang kerap dibasahi oleh keringat juga menandakan seseorang tengah mengalami pembakaran berlebih pada sel-sel tubuh. Penyebab mengapa hipertiroid sering dihubungkan dengan penyakit jantung yaitu karena keduanya sama-sama membuat detak jantung berderap lebih cepat.

Meskipun penyebab pasti dari telapak tangan dan kaki berkeringat masih diperdebatkan, banyak ahli percaya bahwa hal itu disebabkan oleh sistem saraf simpatik yang hiperaktif, sehingga menyebabkan kelenjar keringat di telapak tangan dan kaki menghasilkan keringat yang berlebihan.

Jadi keringat yang berlebih pada telapak tangan sebenarnya disebabkan karena hipertiroid, bukan merupakan suatu penyakit seperti jantung lemah. Penyakit lemah jantung memiliki tanda-tanda yang lainyaitu rasa sesak pada pernapasan, mudah lelah, detak jantung tak teratur, nafsu makan rendah, dan gangguan memori.

Nah, mulai sekarang kamu udah nggak perlu bertanya-tanya lagi apakah telapak tangan berkeringat merupakan tanda sakit jantung. Akan tetapi kalau kamu sering berkeringat sehingga menganggu aktivitas sehari-hari, tiba-tiba berkeringat lebih banyak dari biasanya atau sering mengalami berkeringat di malam hari tanpa alasan yang jelas, nggak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan lanjut ke ahlinya ya.

Sumber: www.siraman.com