Kebiasaan Membunyikan Jari-jari Apakah Berbahaya?

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan, kebiasaan membunyikan buku-buku jari tidak menyebabkan terkena arthritis, bengkak atau melemahnya cengkraman jari-jari tangan, seperti isi penelitian sebelumnya.

Justru, peneliti menemukan, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan kemampuan gerak jari tangan, layaknya melakukan yoga bagi buku-buku jari Anda.
Dalam penelitian yang dipresentasikan dalam Radiological Society of North America, para peneliti mempelajari
ultrasound dari 40 tangan responden dengan kebiasaan membunyikan buku jari.

Peneliti melihat dampak sebelum responden mulai membunyikan buku jari dan setelah membunyikan buku jari.
Lalu, peneliti juga membandingkannya dengan scan buku jari dari orang yang tidak pernah melakukan kebiasaan tersebut.

Beberapa peserta membunyikan buku jari mereka hingga 20 kali per hari selama 40 tahun terakhir.
Hasilnya, membunyikan buku jari tidak menimbulkan masalah pada tangan.
Tidak ada rasa sakit yang ditimbulkan segera, bengkak atau kecacatan jari dalam kelompok yang sering membunyikan buku jari.

Bahkan, ketika dibandingkan dengan orang yang tak pernah melakukan kebiasaan itu, tidak ada perbedaan langsung dalam kekuatan cengkeraman mereka.
Bahkan, mereka memiliki berbagai peningkatan gerak atas buku-buku jari.

Walau begitu, peneliti menyadari bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menilai apakah kebiasaan yang dilakukan rutin dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek lain.
Tapi sementara itu, sesekali melakukan kebiasaan ini, tak akan membahayakan kesehatan jari-jari.

Sumber : Tribun Jogja

Sering Tahan Pipis Bisa Sebabkan Batu Ginjal? Simak penjelasannya...

Jakarta - Sering menahan pipis atau buang air kecil memang bisa menyebabkan masalah di kandung kemih dan saluran kencing. Meski begitu, pakar mengatakan tidak ada hubungannya dengan risiko batu ginjal.

"Batu ginjal karena menahan pipis itu mitos. Batu ginjal bukan terjadi karena nahan pipis tapi lebih ke pola makan sama endapan urine," tutur dr Johanus W Sulistyo, SpU dari RS Siloam Kebon Jeruk, baru-baru ini.

Dijelaskan dokter yang akrab disapa dr Yongky ini, menahan pipis memang tidak dianjurkan. Sebabnya, otot di bagian kandung kemih lama-lama akan terbiasa menahan pipis, yang membuat seseorang malah akan susah pipis di kemudian hari.

dr Yongky mengatakan otot kandung kemih sama seperti otot bagian tubuh lainnya. Jika digunakan terus-menerus akan semakin keras. Dikhawatirkan jika terlalu sering menahan pipis, maka seseorang bisa saja tak ingin pipis padahal kandung kemih sudah penuh.

"Risiko kalau lama-lama begitu nanti bisa jadi infeksi. Atau kalau sudah parah, ototnya sudah dol, nanti bisa kencing keluar sendiri tanpa terasa, ini tidak baik juga," tuturnya.

Dalam sebuah studi di Amerika Serikat, disebutkan bahwa kebiasaan menahan pipis saat kecil meningkatkan risiko mengalami beser ketika dewasa. Seorang pakar urologi anak menyebut 80 persen guru mengajarkan siswa untuk menahan pipis saat berada di kelas. Banyak di antaranya bahkan menawarkan hadiah bagi yang taat, serta hukuman bagi yang melanggar.

"Para guru tidak sadar akan kerusakan yang sedang terjadi pada kesehatan kandung kemih anak," kata Clare E Close, seorang dokter dari Interdisciplinary Network on Urology.
Menurut Clare, kandung kemih akan sehat jika terisi dan dikosongkan secara teratur. Pada anak, idealnya ada kesempatan untuk pergi ke toilet tiap 2-3 jam. Minum air putih banyak-banyak dan menuruti hasrat buang air kecil akan membantu kelangsungan siklus tersebut.

"Masalah dimulai saat kandung kemih maupun gerakan usus dipaksa untuk menahan," kata Clare.
Diperkirakan 1 dari 5 perempuan muda punya masalah dengan kandung kemih akibat kebiasaan menahan pipis. Pada sebagian besar di antaranya, masalah tersebut akan terbawa sampai dewasa. Di kemudian hari, mereka baru akan mengalami dampak yang lebih serius termasuk mudah beser.

Sumber : m.detik.com

7 Manfaat Buah Naga Bagi Kesehatan

Buah naga sangat populer di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Mencari buah naga pun tak sulit, karena banyak dijual di pasar. Selain rasanya yang enak, buah naga juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Seperti kebanyakan buah dan sayuran lainnya, buah naga pun kaya akan antioksidan, vitamin dan mineral. Berikut 7 manfaat buah naga seperti dikutip dari Boldsky.com.

1. Menurunkan berat badan
Buah naga dikenal dapat menurunkan kadar Kolesterol dalam tubuh sehingga membantu dalam penurunan berat badan. Buah naga rendah kalori dan sangat cocok menjadi pengganti camilan sehari-hari.

2. Meningkatkan kesehatan jantung
Karena makan buah naga dapat menurunkan kadar Kolesterol, maka mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Seperti diketahui, jika terlalu banyak Kolesterol di dalam pembuluh darah, dapat menyebabkan gangguan jantung.

3. Membuat awet muda
Buah naga kaya akan mineral dan antioksidan. Kandungan sehat itu dapat menjaga organ vital dan mengurangi tingkat penuaan sel sehingga terlihat awet muda.

4. Membantu kontrol gula darah diabetes
Tingginya jumlah serat dalam buah naga dikenal dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Dengan begitu dapat mengendalikan gejala penyakit pada pasien diabetes.

5. Meredakan nyeri
Buah naga juga memiliki sifat anti-inflamasi. Selain dapat meningkatkan sirkulasi darah, juga dapat mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada sendi. Buah naga dipercaya dapat mengobati arthritis atau radang sendi.

6. Menyehatkan pencernaan
Buah berwarna merah ini juga memiliki kemampuan untuk detoksifikasi usus besar karena mengandung serat yang tinggi sehingga menyehatkan pencernaan. Rutin makan buah naga juga bisa mengatasi masalah sembelit.

7. Meningkatkan daya tahan tubuh
Buah naga mengandung vitamin B, C, dan mineral seperti kalsium dan zat besi. Bila dikonsumsi secara teratur, buah naga meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat tubuh lebih sehat.

Sumber : jogja.tribunnews.com