Rebusan Air Jahe Dicampur Garam Mengobati Batuk Secara Alami

SEJAK lama, jahe diyakini dapat menangani gangguan pencernaan. Tapi, apakah Anda tahu kalau jahe dicampur garam dapat membantu mengobati batuk secara alami?

Pengobatan tradisional, jahe dengan garam dapat membantu menyingkirkan batuk di rumah. Jadi, pada saat Anda terserang reaksi alergi atau serangan batu terus-menerus, dibanding minum pil atau obat batuk sirup, cobalah ramuan jahe dengan garam.

Jahe bekerja dengan menghambat kontraksi saluran napas. Ini akan membantu merangsang sekresi lendir, sehingga mengobati batuk kering.

Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu membersihkan racun dari tenggorokan dan seluran pernapasan, sehingga menyingkirkan batuk. Kehadiran gingerol, yaitu senyawa anti-inflamasi pada jahe juga membantu meningkatkan kekebalan.

Jahe juga menekan reaksi alergi pada saluran pernapasan, karena kandungan antihistamin telah terbukti membantu pengobatan asma dan bronkitis. Menambahkan garam ke jahe meningkatkan potensi obat tradisional ini dalam mengeluarkan lendir dari tenggorokan dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Bagaimana cara membuat ramuan ini?
Meskipun mengunyah jahe dengan garam adalah cara terbaik untuk mengobati batuk. Tidak semua orang bisa melakukan cara itu, sehingga bisa memilih untuk minum rebusan air jahe.

Jahe dan garam : Pertama, mengupas sepotong jahe segar dan taburi garam di atasnya. Sekarang, mengunyahnya dan menelannya ketika sudah lembut. Hati-hati, jahe terasa pedas yang membuatnya sulit untuk dikunyah. Untuk menghilangkan rasa pedas setelahnya, Anda bisa mengonsumsi madu.

Rebusan jahe
Cara lain untuk menuai keuntungan jahe adalah minum segelas rebusan air jahe. Anda perlu merebus segelas air sampai mendidih, tambahkan beberapa potongan jahe dan garam. Saring rebusan air jahe yang telah dicampur garam tersebut, lalu minum ketika telah hangat.

Sumber : m.okezone.com

Kebiasaan Membunyikan Jari-jari Apakah Berbahaya?

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan, kebiasaan membunyikan buku-buku jari tidak menyebabkan terkena arthritis, bengkak atau melemahnya cengkraman jari-jari tangan, seperti isi penelitian sebelumnya.

Justru, peneliti menemukan, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan kemampuan gerak jari tangan, layaknya melakukan yoga bagi buku-buku jari Anda.
Dalam penelitian yang dipresentasikan dalam Radiological Society of North America, para peneliti mempelajari
ultrasound dari 40 tangan responden dengan kebiasaan membunyikan buku jari.

Peneliti melihat dampak sebelum responden mulai membunyikan buku jari dan setelah membunyikan buku jari.
Lalu, peneliti juga membandingkannya dengan scan buku jari dari orang yang tidak pernah melakukan kebiasaan tersebut.

Beberapa peserta membunyikan buku jari mereka hingga 20 kali per hari selama 40 tahun terakhir.
Hasilnya, membunyikan buku jari tidak menimbulkan masalah pada tangan.
Tidak ada rasa sakit yang ditimbulkan segera, bengkak atau kecacatan jari dalam kelompok yang sering membunyikan buku jari.

Bahkan, ketika dibandingkan dengan orang yang tak pernah melakukan kebiasaan itu, tidak ada perbedaan langsung dalam kekuatan cengkeraman mereka.
Bahkan, mereka memiliki berbagai peningkatan gerak atas buku-buku jari.

Walau begitu, peneliti menyadari bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menilai apakah kebiasaan yang dilakukan rutin dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek lain.
Tapi sementara itu, sesekali melakukan kebiasaan ini, tak akan membahayakan kesehatan jari-jari.

Sumber : Tribun Jogja

Sering Tahan Pipis Bisa Sebabkan Batu Ginjal? Simak penjelasannya...

Jakarta - Sering menahan pipis atau buang air kecil memang bisa menyebabkan masalah di kandung kemih dan saluran kencing. Meski begitu, pakar mengatakan tidak ada hubungannya dengan risiko batu ginjal.

"Batu ginjal karena menahan pipis itu mitos. Batu ginjal bukan terjadi karena nahan pipis tapi lebih ke pola makan sama endapan urine," tutur dr Johanus W Sulistyo, SpU dari RS Siloam Kebon Jeruk, baru-baru ini.

Dijelaskan dokter yang akrab disapa dr Yongky ini, menahan pipis memang tidak dianjurkan. Sebabnya, otot di bagian kandung kemih lama-lama akan terbiasa menahan pipis, yang membuat seseorang malah akan susah pipis di kemudian hari.

dr Yongky mengatakan otot kandung kemih sama seperti otot bagian tubuh lainnya. Jika digunakan terus-menerus akan semakin keras. Dikhawatirkan jika terlalu sering menahan pipis, maka seseorang bisa saja tak ingin pipis padahal kandung kemih sudah penuh.

"Risiko kalau lama-lama begitu nanti bisa jadi infeksi. Atau kalau sudah parah, ototnya sudah dol, nanti bisa kencing keluar sendiri tanpa terasa, ini tidak baik juga," tuturnya.

Dalam sebuah studi di Amerika Serikat, disebutkan bahwa kebiasaan menahan pipis saat kecil meningkatkan risiko mengalami beser ketika dewasa. Seorang pakar urologi anak menyebut 80 persen guru mengajarkan siswa untuk menahan pipis saat berada di kelas. Banyak di antaranya bahkan menawarkan hadiah bagi yang taat, serta hukuman bagi yang melanggar.

"Para guru tidak sadar akan kerusakan yang sedang terjadi pada kesehatan kandung kemih anak," kata Clare E Close, seorang dokter dari Interdisciplinary Network on Urology.
Menurut Clare, kandung kemih akan sehat jika terisi dan dikosongkan secara teratur. Pada anak, idealnya ada kesempatan untuk pergi ke toilet tiap 2-3 jam. Minum air putih banyak-banyak dan menuruti hasrat buang air kecil akan membantu kelangsungan siklus tersebut.

"Masalah dimulai saat kandung kemih maupun gerakan usus dipaksa untuk menahan," kata Clare.
Diperkirakan 1 dari 5 perempuan muda punya masalah dengan kandung kemih akibat kebiasaan menahan pipis. Pada sebagian besar di antaranya, masalah tersebut akan terbawa sampai dewasa. Di kemudian hari, mereka baru akan mengalami dampak yang lebih serius termasuk mudah beser.

Sumber : m.detik.com