BAHAYA SANTAP NASI GORENG CAMPUR KETIMUN

Dalam artikel yg ada di m.dream.co.id katanya berbahaya jika makan nasi goreng dengan ketimun. Padahal buah yg satu ini slalu menjadi pendamping wajib di dalam masakan nasi goreng.

Mungkin banyak yang setuju jika ketimun menjadi pasangan yang pas melengkapi santapan nasi goreng. Namun ternyata hal ini berdampak kurang baik untuk kesehatan jika minyak yang digunakan berkualitas buruk.

Peneliti dari University of the Basque Country mengatakan, jika memasak nasi dengan minyak yang dipakai berulang kali maka mengakibatkan proses kimiawi dan menghasilkan zat aldehid.

Zat ini yang menjadi pemicu kehadiran penyakit neurodegenerative dan beberapa jenis kanker mematikan lainnya diantaranya alzheimer, parkinson dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan kerusakan saraf.

Dan jika minyak bekas tersebut digabung dengan kandungan air atau getah yang ada pada ketimun, maka dapat menyebabkan radang pada tenggorokan.

Lebih berbahayanya lagi dapat mengakibatkan kanker kelenjar tiroid. Peneliti menganjurkan untuk selalu menggunakan minyak berkualitas dan selalu memilih tempat makan yang mementingkan kebersihan.

Inilah Komputer PC pertama di dunia laku Rp. 1.5 Miliar..!!

Kenbak-1 adalah komputer lawas buatan tahun 1971 yang kerap disebut komputer personal (PC) pertama yang dibuat secara komersial. Dan baru-baru ini, satu dari 10 Kenbak-1 yang berhasil 'selamat' sampai saat ini berhasil terjual dengan harga selangit.

Kenbak-1 dengan nomor seri 0185 dilelang oleh Auction Team Breker pada 7 November lalu. Hasilnya, komputer ini laku dengan harga USD 36.500 atau sekitar Rp 495 jutaan.The-Kenbak 1 merupakan karya dari insinyur komputer John Blankenbaker, yang juga pendiri perusahaan Kenbak Corporation diLos Angeles tahun 1971.

Awalnya perangkat ini diciptakan sebagaikomputer terjangkau bagi sekolah untuk memberikan para siswa pemrograman.Ukuran Kenbak-1 cukup besar, setengah meter lebih, dengan berat 6.3 kilogram. Wadah Kenbak-1 berbentuk poligonal berbahan baja. Mengingat komputer ini muncul sebelum adanya teknologi mikro prosesor, motherboard yang digunakan jauh berbeda dari komputer saat ini.

Oleh karena itu, tidak sedikit yang menyebutnya bukan komputer.Secara spesifikasi, Kenbak-1 termasuk komputer 8-bit dengan memori 256 byte dan hanya bisa melakukan pemrosesan data di bawah 1000 perintah per detik. Di tahun 1971, harga komputer inisekitar USD 750.

Sayangnya, penjualan Kenbak-1 tidak sesuai yang diharapkan dan akhirnya hanya sekitar 40 unit yang berhasil diproduksi antara tahun 1971 dan 1973. Menurut Blankenbaker, kegagalan Kenbak-1 akibat pemasarannya yang fokus ke sekolah bukan fans komputer dan pemrograman.

Sumber : m.merdeka.com

Penelitian ungkap kopi dapat mencegah kematian dini

Penelitian terbaru yang datang dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa kopi memiliki kemungkinan untuk mencegah 54% risiko kematian dini pada orang dewasa yang minum kopi secara teratur.

Melansir dari medicaldaily.com, studi tersebut memberikan bukti lebih lanjut bahwa mengonsumsi kopi mampu mengurangi risiko kematian dini akibat beberapa penyakit. Ini berarti bahwa kopi bisa menjadi salah kandidat dalam daftar menu diet kamu.

Para peneliti menganalisis data dari tiga studi yang telah berlangsung selama 30 tahun. Studi tersebut melibatkan sekitar 208.501 peserta. Para peserta adalah orang-orang yang menyelesaikan kuesioner mengenai diet yang mereka lakukan selama empat tahun. Para peneliti juga melacak tingkat konsumsi kopi para peserta selama bertahun-tahun. Mereka akhirnya menemukan sebuah pola yang muncul terkait dengan kebiasaan mereka untuk minum kopi.

Mereka menemukan bahwa orang-orang yang minum sekitar 3 sampai 5 cangkir kopi setiap hari memiliki kemungkinan lebih kecil untuk meninggal lebih cepat akibat beberapa penyakit seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, parkinson atau bahkan bunuh diri.

Dalam studi tersebut, para peneliti juga menemukan adanya faktor lingkungan yang mempengaruhi kematian, seperti indeks merokok, massa tubuh, tingkat aktivitas fisik, konsumsi alkohol, dan faktor-faktor diet lainnya. Pada akhirnya, kopi terbukti memiliki keterkaitan dengan tingkat kematian yang lebih rendah.

Salah satu peneliti menjelaskan bahwa senyawa bioaktif dalam kopi mampu mengurangi resistensi insulin dan peradangan sistemik. Tetapi, peneliti mengakui bahwa studi lebih lanjut masih diperlukan untuk menyelidiki mekanisme biologis yang mungkin diproduksi oleh efek ini.

Sumber : m.merdeka.com