Inilah 14 Alasan Dilarangnya Merayakan Tahun Baru Dalam Islam

Tahun baru masehi pada zaman kita ini dirayakan dengan besar-besaran. Suara terompet dan tontonan kembang api hampir menghiasi seluruh penjuru dunia di barat dan di timurnya. Tidak berbeda negara yang mayoritas penduduknya kafir ataupun muslim. Padahal, perayaan tersebut identik dengan hari besar orang Nasrani.

1. Turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda,
“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.” (Hadis shahih riwayat Abu Daud)

Abdullah bin Amr –radhiallahu ‘anhuma- mengatakan:
“Barangsiapa yang tinggal dinegeri orang kafir lalu turut merayakan hari raya Nairuz dan Mahrajan bersama mereka dan ikut serta turut menyerupai mereka, kemudian dia mati dalam keadaan demikian, maka pada hari kiamat kelak dia akan dibangkitakan bersama mereka” (Sunan Al Kubro jilid: 9/243)

2. Mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai teman setia dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..” (QS. Al-Mumtahanan: 1)

3. Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk Madinah,
“Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).

Perayaan Nairuz dan Mihrajan yang dirayakan penduduk Madinah, isinya hanya bermain-main dan makan-makan. Sama sekali tidak ada unsur ritual sebagaimana yang dilakukan orang Majusi, yang memprakarsai dua perayaan ini. Namun mengingat dua hari tersebut adalah perayaan orang kafir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Sebagai gantinya, Allah berikan dua hari raya terbaik: Idul Fitri dan Idul Adha.

4. Allah berfirman menceritakan keadaan ‘ibadur rahman (hamba Allah yang pilihan). Firman Allah Subhanallahu wa taala dalam surah al-Furqan ayat 72, yang artinya:

“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (Qs. al-Furqan:72)

Dalam ayat tersebut terdapat kata “al-Zur” (perbuatan-perbuatan yang tidak berfaidah). Menurut ulama tafsir, maksud al-Zur adalah perayaan-perayaan orang kafir (Ibn Katsir, 6/130). Jelas dari ayat ini Allah melarang kaum muslimin menghadiri perayaan kaum muyrikin.

5. Hadis Sahih al-Bukhari dan Muslim berikut ini, sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang artinya: “Sesungguhnya bagi setiap kaum (agama) ada perayaannya dan hari ini (Idul adha) adalah perayaan kita”.
Syekh Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan maksud hadis tersebut bahwa dilarang melahirkan rasa gembira pada perayaan kaum musyrikin dan meniru mereka (dalam perayaan). (Fathul Bari, 3/371).

6. Perayaan tahun baru identik dengan terompet. Tahukah kita bahwa meniup terompet adalah kebiasaan Yahudi sehingga ketika ada sahabat mengusulkan meniup terompet sebagai tanda masuknya shalat, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
“Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi” (HR. Abu Daud; shahih)

7. Merayakan tahun baru, khususnya dengan acara musik dan pesta kembang api serta acara sejenisnya, pastilah membutuhkan dana yang tidak sedikit. Hal ini termasuk bentuk pemborosan yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah membenci tiga hal pada kalian; kabar burung, membuang-buang harta, dan banyak bertanya.” (HR. Bukhari)

8. Salah satu bentuk perayaan tahun baru yang paling umum adalah menunggu detik-detik pergantian tahun, yakni tepat pukul 00:00. Dengan demikian, orang-orang yang merayakan tahun baru senantiasa begadang hingga dini hari. Begadang yang tidak memiliki kemaslahatan merupakan salah satu hal yang dibenci oleh Rasulullah. Jika tidak ada keperluan penting, Rasulullah biasa tidur di awal malam.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan ngobrol setelah isya’ (HR. Bukhari)

9. Sering kali, karena begadang sepanjang malam dan baru tidur menjelang fajar atau pagi hari, orang yang merayakan tahun baru meninggalkan Shalat Subuh. Bahkan terkadang shalat isya’ juga tidak dihiraukan karena acara perayaan sudah dimulai sejak petang. Meninggalkan shalat adalah salah satu dosa besar. Bahkan meninggalkan shalat dengan sengaja, bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kekufuran.

10. Merayakan tahun baru dengan berbagai bentuk aktifitasnya, apalagi yang hura-hura, adalah termasuk menyia-nyiakan waktu. Padahal, dalam Islam, waktu sangatlah berharga
sehingga Allah bersumpah demi waktu. Dan di akhirat nanti, seseorang juga tidak bisa beranjak dari tempatnya hingga ditanya waktunya untuk apa dihabiskan. Imam Syafi’i membuat kesimpulan yang sangat tepat terkait dengan waktu: “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)”

11. Perayaan tahun baru umumnya tidak memisahkan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Sehingga terjadilah ikhtilath yang luar biasa. Bersentuhan lawan jenis menjadi tidak terelakkan, bahkan memang disengaja.
“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thabrani; shahih)

12. Perayaan tahun baru dengan musik dan acara sejenis, kadang juga disertai dengan hal yang jelas-jelas haram. Misalnya minuman keras. Jika ini yang dilakukan tentu dosanya semakin banyak.

13. Termasuk hal yang paling parah dalam perayaan tahun baru adalah terjerumus zina. Ini bukan kekhawatiran semata, karena faktanya banyak berita yang melaporkan pembelian kondom meningkat menjelang tahun baru dan paginya di tanggal 1 Januari ditemukan banyak kondom bekas di lokasi perayaan tahun baru. Ada yang berzina karena memang sudah direncanakan dari awal. Namun ada juga perempuan yang terjerumus ke dalam zina saat perayaan tahun baru karena dimulai dari ikhtilath dan mengkonsumsi minuman keras hingga mabuk. Na’udzubillah min dzalik.

14. Topi tahun baru yang berbentuk kerucut ternyata adalah topi dengan bentuk yang disebut Sanbenito, yakni topi yang digunakan Muslim Andalusia untuk menandai bahwa mereka sudah murtad dibawah penindasan Gereja Katholik Roma yang menerapkan inkuisisi Spanyol. Kini, 6 abad setelah peristiwa yang sangat sadis tersebut berlalu, para remaja muslim, anak-anak muslim justru memakai topi Sanbenito untuk merayakan tahun baru masehi dan merayakan ulang tahun. Sungguh ironis.

Sumber : www.reportaseterkini.com

Inilah Tampang Website Pertama dari 25 Tahun Lalu

20 Desember 2015, World Wide Web genap berumur 25 tahun. Meski masih muda, temuan Tim Berners-Lee ini telah tak terpisahkan dari internet.

Tampilan situs web pertama (CERN)
Pada 20 Desember 2015, World Wide Web genap berumur 25 tahun. Meski masih relatif muda, temuan Tim Berners-Lee ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari internet dan dunia modern.

Sebagaimana dirangkum Nextren dari Engadget (21/12/2015), laman web pertama ini tayang perdana di kampus European Organization for Nuclear Research (CERN) sebagai bagian dari proyek yang dikerjakan oleh Tim Berners-Lee dan Robert Cailliau.

Cikal bakal jaringan internet modern yang bakal mengubah dunia dalam waktu singkat ini baru dibuka untuk publik enam bulan setelahnya, pada 6 Agustus 1991. Bentuk situs web pertama sederhana saja, hanya sebuah laman berisi serangkaian teks yang menjelaskan fungsi World Wide Web. Ada sejumlah hyperlink yang mengarahkan pengunjung ke sejumlah dokumen lain.

Pada 1993, CERN membuka World Wide Web ke publik. Teknologi yang dibutuhkan untuk menjalankan server web, browser, dan library kode bisa bebas digunakan oleh siapapun tanpa membayar royalti.

Ruang lingkup mungil World Wide Web yang di awal kelahirannya hanya mencakup satu laman sederhana pun meledak. Jumlah website yang eksis di dunia maya kini tercatat sucah mencapai ratusan juta.

Bukan internet

Meski keduanya sering diidentikkan, World Wide Web bukanlah internet.  Internet adalah jejaring internasional yang menghubungkan komputer-komputer di seluruh dunia (termasuk gadget mobile) lewat jaringan kabel bawah laut, telepon, satelit, balon udara, dan lain-lain.

World Wide Web atau disingkat “WWW” adalah sistem informasi yang berjalan di atas jaringan internet, yang memungkinkan dokumen di berbagai komputer untuk saling terhubung melalui hypertext (tautan).

Contoh sistem informasi lain yang juga berjalan di atas internet seperti WWW adalah e-mail dan Internet Relay Chat (IRC) yang sering digunakan untuk bertukar pesan. Dokumen-dokumen dalam server web diformat dalam bahasa pemrograman khusus yang disebut HyperText Markup Language (HTML).  Selain teks dan tautan, HTML juga bisa menyajikan gambar, suara, dan video.

Browser alias peramban digunakan untuk mencari, mengambil, dan menampilkan konten dari server web di komputer client yang dipakai pengguna melalui Universal Resource Locator (URL). Setelah sempat menghilang, situs web pertama bikinan CERN kini telah kembali online di alamat aslinya sejak 2013.

Sumber : nationalgeographic.co.id

Cara Mudah Membaca Arti Kode Barcode Pada Produk

Bagaimana cara memahami kode bar atau barcode pada produk-produk konsumsi yang dijual bebas. Ternyata mudah dan sederhana!
Melalui kode bar atau  barcode, kamu bisa mengetahui berbagai informasi, termasuk di negara mana produk yang sedang kamu konsumsi tersebut diproduksi.


Cara Mudah Membaca Barcode

Pernahkah kamu penasaran untuk mengetahui darimana produk yang kamu konsumsi berasal. Walaupun kadang alamat perusahaannya tercantum pada kemasan, kadang ada beberapa produk yang tidak mencantumkan dimana atau di negara mana produk tersebut diproduksi.
Pada kode bar atau barcode di produk-produk konsumsi seperti makanan, minuman, perawatan tubuh, produk kecantikan dan lain sebagainya, terdapat deretan angka yang biasanya dimulai dari 0 - 9. 

Nah, angka-angka ini bukan sembarang kode produksi, namun juga menyimpan informasi dimana produk tersebut di produksi.
Yang perlu diperhatikan adalah barisan digit angka awal pada kode bar tersebut. Kode yang biasa dibaca dengan menggunakan barcode scanner ini diawali dari angka 38 dan seterusnya. Walau sudah ada standar internasionalnya, ada beberapa perusahaan atau toko yang menggunakan kode barcode mereka sendiri, dan diawali dengan dua digit dari 00 - 37.


Kode Barcode untuk Indonesia


Beberapa produk makanan dan produk konsumsi yang dijual di Indonesia sangat beragam, mulai dari yang lokal, hingga impor. Beberapa dari produk ini mencantumkan alamat lengkap dimana produk tersebut di produksi, namun ada beberapa tidak melakukan ini dan hanya mencantumkan alamat kantor pusatnya.

Sekedar informasi saja, nih. Produk yang berkantor pusat di Singapura, misalnya, tidak berarti diproduksi di Singapura. Bisa saja di Vietnam, Thailand dsb. Nah, untuk tahu dimana produk tersebut diproduksi atau aslinya dipasarkan di negara mana tanpa perlu menggunakan barcode reader atau barcode scanner, kamu bisa melihat pada tiga digit pertama pada kode bar atau barcode. Untuk memudahkan, kami buat tabel ini khusus untuk kamu. Tabel dibawah kami buat secara sederhana dengan meng-highlight beberapa negara yang produknya umum ditemukan di Indonesia.




Kode Barcode dengan Standar Internasional


Selain kode bar atau barcode yang sudah disebutkan diatas, ada beberapa kode nomor barcode yang dipakai oleh semua negara sebagai standar kode internasional. Yang paling umum adalah kode untuk musik, buku dan majalah atau koran. Nomor-nomor tersebut bisa kamu lihat pada tabel dibawah ini.



Nah, sekarang kamu bisa dengan mudah mengetahui dari mana produk yang kamu beli berasal tanpa menggunakan barcode scanner. Tentunya masih banyak kode-kode lain yang lebih spesifik untuk produk-produk elektronik, komputer dan lain sebagainya yang akan jadi terlalu panjang kalau dibahas. Kami harap artikel singkat ini bisa bermanfaat bagi semua yang membacanya.

Sumber : http://www.priceza.co.id/guide/Tips-and-Trik/Cara-Mudah-Membaca-Arti-Kode-Barcode-Pada-Produk/